Dirut Pimpin 28 Orang Jamaah Rizkia Tour ke Turki

Padang, Rizkia—Direktur Utama Rizkia Tour & Travel PT. Bimalyndo Hajar Aswad H. Arbi Thalib, Lc beserta Komisaris Utama Rizkia Tour & Travel Rizka Sepni memimpin delegasi 28 orang Jemaah tour Turki plus umroh. Mereka telah bertolak meninggalkan Indonesia tadi malam (Minggu, 3/3) dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.

“Alhamdulillah. Rizkia Tour & Travel PT. Bimalyndo Hajar Aswad kembali mendapat kepercayaan dari Jemaah untuk Tour ke Turki plus umroh. Ini merupakan pemberangkatan yang kedua di Tahun 2019 ini. Sebelumnya Januari lalu kita juga berangkatkan 22 orang jamaah umroh plus Turki,” ujar H. Arbi Thalib sebelum bertolak meninggalkan tanah air.

Sebanyak 28 orang delegasi bersama Dirut ini terdiri dari Jamaah asal Kota Padang, jamaah asal Kota Bukittinggi, jamaah asal Solok, jamaah asal Payakumbuh dan jamaah asal Kabupaten Agam. “Ini membuktikan kepercayaan yang luar biasa diberikan jemaah kepada Rizkia Tour & Travel. Kepercayaan ini kita buktikan dengan tindakan nyata,” ucap Arbi Thalib seraya menambahkan tour ke Turki selama empat hari dan dilanjutkan dengan umroh 10 hari.

Adapun agenda selama di Turki, jelas Arbi adalah, hari pertama kedatangan di Turki langsung berkunjung ke Istana Topkopi yang merupakan kediaman resmi Sultan Utsmaniyah selama lebih dari 600 tahun (1465-1856).

Istana Topkopi, jelas Arbi selain sebagai tempat tinggal kerajaan, juga digunakan sebagai tempat acara-acara kenegaraan dan hiburan kerajaan. “Sekarang menjadi daya tarik wisata dan berisi peninggalan suci penting dari dunia Muslim, termasuk pedang dan jubah Nabi Muhammad SAW. Inilah yang akan dilihat oleh jemaah,” jelas Arbi seraya menambahkan tour hari pertama akan ditutup dengan makan malam di restaurant yang telah ditentukan.

Selanjutnya pada hari kedua setelah sarapan pagi, lanjutnya, rombongan akan mengunjungi, factory outlet kulit, pelayaran basphorus, kunjungan ke masjid biru, hippodrome dan museum hagia shopia.

Sedangkan Selat Basphorus, kata Arbi, merupakan Selat pemisah Turki yang berada di wilayah Benua Asia dan Eropa. Selat ini juga menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Disini juga dikenal dengan jembatan gantung Basphorus. Di Selat Basphorus yang dulunya terkenal dengan pusat perdagangan para rempah-rempah dunia, menjelaang matahari terbenam Jemaah akan menikmati sunset yang begitu indah.

Selanjutnya masih di hari kedua ini juga, lanjutnya, rombongan akan mengunjungi Masjid Sultan Ahmed yang merupakan sebuah masjid di Istanbul. Masjid ini dikenal dengan Masjid Biru karena pada masa lalu interiornya berwarna biru.

Tak jauh dari Masjid Biru, rombongan akan mengunjungi Hipodrom Konstantinopel sebuah sirkus yang merupakan pusat sosial dan olahraga di Konstantinopel. Saat ini merupakan sebuah lapangan yang dinamakan Sultanahmet Meydanı yang terletak di kota Istanbul di Turki, dengan beberapa fragmen dari struktur aslinya masih terlestarikan.

Sedangkan kunjungan selanjutnya yakni Hagia Shopia. “Hagia Shopia merupakan bangunan bekas basilika, masjid, dan sekarang museum. Bangunan ini merupakan katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel. Lalu oleh Pasukan Salib Keempat diubah menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel. Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki,” rinci Arbi.

Selanjutnya pada hari ketiga rombongan akan mengunjungi Masjid Ayyub Al-Anshari atau Masjid Sultan Ayyub yang merupakan masjid pertama yang berdiri di Istanbul. Masjid ini menjadi tempat yang bersejarah dan sakral. “Disinilah dahulu sultan-sultan yang hendak mendapat tampuk kekuasaan disahkan dengan pedang milik Usman. Area Masjid Sultan Ayyub memiliki kompleks permakaman tempat orang-orang terpandang, seperti perdana menteri, anggota dewan, petinggi militer, serta cendekiawan muslim.” katanya.

Abu Ayyub Al-Anshari merupakan pendiri Istanbul Turki dan juga Masjid Abu Ayyub Al-Anshari. Ayyub Al-Anshari juga memiliki sejarah besar dalam peradaban Islam. Dalam sejarah perjalanan hijrah Nabi Muhammad Saw, rumah penduduk Kota Madinah yang pertama kali disinggahi oleh Nabi Muhammad Saw adalah rumah Abu Ayyub al-Anshari. Namun dalam perjalanannya, Abu Ayyub al-Anshari memilih hijrah ke Negara Turki dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam. Karena itu beliaulah yang disebut-sebut sebagai pendiri kota Istanbul yang pada saat dinasti Utsmaniyyah, menjadi pusat peradaban Islam.

Usai mengunjungi Masjid dan maqam Ayyub Al-Anshari, rombongan diberi waktu luang untuk shooping sebagai oleh-oleh dari Turki. “Usai itu rombongan yang tidak umroh langsung ke tanah air. Sedangkan 24 orang lainnya melanjutkan perjalanan ke tanah suci guna melaksanakan umroh,” ucap Arbi. (***)

Share on Whatsapp

Related articles

Rizkia Tour & Travel Memberangkatkan Jemaah Pertama Kali di Sumbar Pasca Musim Haji

Rizkia Tour & Travel – Musim haji tahun 2018 baru saja berlalu. Itu artinya musim umrah segera dimulai. Dan pada umumnya jemaah umrah pasca musim haji akan membludak dan memang seperti itu setiap tahun. Karena tertahan selama 2 bulan, zulka’dah dan zulhijjah maka jemaah umrah meningkat jumlahnya pada bulan muharram. Pada musim tahun 2017 pemerintah […]

Learn More

Rizkia Tour Mengadakan Manasik Akbar di Novotel Bukittinggi

Rizkia Tour & Travel – Hari ini, Minggu tanggal 4 Maret 2018 Rizkia Tour & Travel mengadakan Manasik Akbar yang bertempat di Novotel Bukittinggi. Manasik Akbar ini bisa terlaksana dengan baik berkat bantuan dari General Manager Novotel Bukittinggi, Bapak Yon Hendri. Insya Allah beliau bersama istri juga akan berangkat umroh bersama Rizkia Tour. Pihak Novotel […]

Learn More

Paket Tour Walisongo – Mengenal Napak Tilas Walisongo Di Nusantara

  Rizkia Tour & Travel – Rizkia Tour & Travel sudah membuka paket tour domestic yang bertajuk “TOUR WALISONGO”. Apa itu Tour Walisongo? Tour Walisongo adalah perjalanan tour untuk mengenal napak tilas perjuangan dari Wali Songo (9 Wali) dalam menyebarkan agama Islam di nusantara. Di kutip dari Wikipedia, Walisongo adalah: “Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai […]

Learn More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Assalamu'alaikum, ada yang bisa kami bantu?

Kami hadir di sini siap membantu Anda. Silahkan klik untuk chat via Whatsapp.

Customer Service 1

Yesi Saputri

Online

Customer Service 3

Mulya Rahmi

Online

Customer Service 2

Syifa Fauziah

Online

Yesi Saputri

Assalamu'alaikum, ada yang bisa Kami bantu? 00.00

Mulya Rahmi

Assalamu'alaikum, ada yang bisa Kami bantu? 00.00

Syifa Fauziah

Assalamu'alaikum, ada yang bisa Kami bantu? 00.00